Diary · Postingan GaJe

Percakapan Semalam

Di meja makan saat makan malam…

Bapak  :  Biar jantung bapak tetap kuat dan gak mudah pikun, seharusnya bapak makan makanan yang banyak mengandung i-em-tiga.

Aku  :  *membayangkan bapak melahap BTS salah satu operator telpon selular*
Err… Maksudnya Omega 3 kali, Pak… Omega 3…

Bapak  :  Oh ya… itu!

Bapak  :  Bapak sengaja bilang i-em-tiga. Pingin tahu, kamu ngeh gak. *ngeles*

Aku  :  *speechless*

Ibu (nyeletuk)  :  Eh, omega itu bukannya kependekan dari o-mai-gaaattt!!!!

Aku  :  *makin speechless*

6 thoughts on “Percakapan Semalam

  1. Terima kasih sudah mampir dan ninggalin jejak di blog saya. Menurut Mba/Uni, (ehh apa ya panggilan kakak di bali), cerpen itu gimana?? :)

    1. Saya dari etnis Jawa kok, uda (benar, kan?)
      Jadi, panggil mbak atau langsung nama saja juga boleh.
      Wah, saya gak bisa nulis cerpen tuh. Ini juga baru belajar.
      Tapi, bagi saya, menulis itu tidak bisa dibatasi. Terkadang ada yang membatasi jumlah halaman cerpen adalah sekian, tapi kalau ketika menuliskannya lebih atau kurang kan jadi bingung harus dikategorikan kemana.
      Berbeda mungkin, kalau menulis cerpen yang dimaksudkan untuk dimuat di surat kabar atau majalah. Yaa… mau gak mau harus menyesuaikan dengan syarat mereka.
      Karena saya masih belajar, mungkin bagi saya yang paling penting sekarang adalah menuangkan ide ke dalam tulisan. Yang lainnya, tentu harus banyak belajar dari orang lain yang lebih pengalaman. :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s