Cerita · Diary · Puisi

Rindu Masa Lalu

Rindu melihat nenek mengunyah sirih
lalu menyelipkannya di antara bibir dan geligi
layaknya tak ada yang lebih disukai dari ini

Rindu terengah menantang angin
lalu terlelap menatap langit
seakan dunia hanyalah aku dan dia dan ruang kosong di antaranya

Re-post from My Tumblr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s