Diary · Menulis

Curcol Blog 31 Hari

Yeah! Posting hari ke-15!

Gak terasa sudah separuh dari tantangan Blog 31 Hari aku jalani. I congrat myself!

Tadinya aku berpikir tantangan ini akan sulit ku jalani. Dan, ternyata… memang sulit. Beberapa kali rasanya mandeg. Sama sekali gak ada ide mau nulis apa. Tapi, bagaimana pun tetap harus ada tulisan.

“Gak boleh bolong!”, beberapa kali aku menekankan kalimat itu pada diriku sendiri. Sejauh ini, masih bisa kupenuhi. Terbukti kan, tanggalan di sebelah kanan masih penuh terisi. *grind*

Tapi, aku benar-benar bersyukur mengikuti tantangan ini (Thanx to Bunda Endhoot dan Mbak Nita Sellya atas inspirasinya). Karena, proyek ini mengingatkanku kembali akan alasan aku membuat blog ini.

Aku bukanlah orang yang pintar membuat cerpen. Tidak juga lihai menjalin kata untuk membuat puisi. Aku juga tidak tajam membuat artikel. Ataupun mengutip tulisan orang lain. Yang ku punya adalah hidupku. Untuk itulah aku membuat blog ini.

Setiap kali mandeg, aku menyemangati diriku sendiri:

Come on, Mirna…

You always have your own opinion in everything.

Instead of keeping it for yourself, why don’t you just say it and share it to the world!

3 thoughts on “Curcol Blog 31 Hari

    1. Ralat. 31 Hari.
      Tujuan sebenarnya sih, untuk mengembalikan semangat nge-blog lagi. Karena skrg kebanyakan lebih ke microblogging. Gak harus 31 hari. Teman saya malah komitmen utk 365 hari. Saya ngerasa masih belum sanggup klo setahun. Jadi yah, 31 hari saja. Klo oke, mungkin akan saya lanjutkan. Mungkin jd 60 hari, dst. :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s