Diary

Rexy!

Siapa pemain bulutangkis favoritmu?

Aku suka Rexy Mainaky. Masih ingat dia, kan?

Rexy adalah pebulutangkis ganda pria. Ia dikenal sering dipasangkan bersama Ricky Subagdja. Tapi, sebenarnya ia tak hanya dipasangkan dengan Ricky saja. Dalam latihan dan tanding di dalam negeri ia justru sering dipasangkan dengan orang lain dan melawan Ricky. Mungkin tujuannya justru untuk lebih mengenal pasangan mainnya. Karena justru sebagai lawan, kita cenderung mencari kelemahan lawan yang kita hadapi. Sehingga, saat dipasangkan dengannya, kita bisa menutupi kelemahannya sebagaimana pasangan kita juga menutupi kelemahan kita.

Pertandingan favoritku adalah justru saat Rexy dipasangkan dengan Toni Gunawan. Saat itu aku lupa kejuaraan apa, tapi yang kuingat saat itu mereka menghadapi Korea Selatan. Alasan mengganti pasangan Rexy-Ricky menjadi Rexy-Toni sepertinya saat itu Ricky sedang cedera dan butuh istirahat sehari lagi. Saat itu aku ingat Rexy-Toni tampak percaya diri karena mereka biasa dipasangkan saat latihan. Sebaliknya, lawannya justru terlihat terkejut. Mungkin karena mereka sudah mempelajari style Rexy-Ricky dan sama sekali tidak pernah melihat bagaimana gaya permainan Rexy-Toni.

Rexy dan Toni, keduanya biasa bermain dengan style cepat. Begitu pula yang terjadi saat mereka bertanding melawan pasangan Korea Selatan. Rexy-Toni berputar di lapangan, saling mengganti posisi di depan dan belakang. Bola yang ditangkis secepat kilat. Saking cepatnya, hingga terbangnya bola tak dapat dilihat lagi. Yang terlihat hanya sabetan raket secepat angin. Lawan mereka kewalahan. Memukul cock hanya mengandalkan insting, dan seringkali hanya memukul angin saja. Pasangan Korea Selatan itu mulai terlihat frustasi. Angka-angka begitu mudahnya didapat pasangan Indonesia. Angka-angka yang didapat pasangan Korsel hanya karena kesalahan yang dibuat oleh pasangan Rexy-Toni. Mimpi buruk bagi Korea Selatan. Dalam salah satu set dari dua set langsung yang dimenangkan oleh Indonesia, pasangan Korsel hanya memperoleh satu angka saja.

Selain itu, Rexy juga seorang yang ramah di luar lapangan. Bagaimana aku bisa tahu? Pada waktu aku SMU, tim bulutangkis Indonesia pernah mengadakan latih tanding di GOR Ngurah Rai, tidak jauh dari sekolahku. Tidak membuang kesempatan, sepulang dari sekolah, aku beserta teman-temanku pergi menonton mereka. Tentu saja dengan harapan bisa mendapatkan tanda tangan dan bisa berfoto bersama pemainnya. Dan, Rexy dengan senang hati melayani permintaan kami satu persatu. I heart you, Rexy… :)

Note: Sayangnya sekarang ia justru melatih di negeri orang. Bukan karena ia tidak cinta Indonesia, tetapi justru karena Indonesia yang belum bisa menghargai aset-aset manusia-nya… :(

Rexy Mainaky
Rexy Mainaky

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s