Diary · Puisi · Renungan

Padang Ilalang

Padang ilalang, angin menderu

Dunia cokelat, langit yang biru

Bumi berpadu, alam berseru

Dan aku hanya duduk termangu

2 thoughts on “Padang Ilalang

  1. menatap dunia yang hiruk pikuk
    dan kutunggu mentari yang hilang entah kemana
    menghapus jiwa yang lusuh
    berhenti tertawa meyapu angin

    berputar pada arah berlawanan
    mengepal tanggan
    meninju kedepan
    menghempas asa yang
    bercampur pedih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s