Renungan

Berserah Diri

Berserah Diri. Apa yang terpikirkan di benakmu saat mendengar kedua kata ini. Pasrah, nrimo, gak melakukan apa-apa, diem aja, dan membiarkan semua berlalu?

Dua kata itu memang sering diidentikkan dengan makna seperti di atas. Tapi, benarkah seperti itu?

Sebenarnya bukan itu maksud dari berserah diri. Berserah diri maksudnya adalah menerima jika seluruh jalan hidup kita telah ada yang mengatur. Bahwa hidup kita bukan milik kita. Dan, kekuatan yang menjadikan kita berhasil bukan karena kita. Demikian juga dengan semangat yang mengangkat jiwa bukanlah sesuatu yang kita hasilkan sendiri. Begitu pula dengan semua cobaan yang menerpa bukan untuk menjatuhkan dan menghinakan. Bahwa semua yang kita alami telah ‘tertulis’.

Saat menyadari hal itu, maka saat berhasil, kita tidak akan merasa sombong, tidak merasa bahwa keberhasilan itu adalah karena betapa pintar dan hebatnya kita. Tetapi sebaliknya, kita justru akan bersyukur dan memuji Yang Menjadikan keberhasilan itu.

Demikian pula saat kita didera cobaan yang berat dan bertubi-tubi. Saat menyadari bahwa cobaan demi cobaan yang ditimpakan pada diri bukan untuk menjadikan kita jatuh, terpuruk, serta hina. Tetapi, cobaan itu bertujuan agar kita menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

Jika tidak percaya, lihatlah diri kita. Bukankah saat ini kita berdiri di sini karena telah melalui cobaan-cobaan di masa lalu dan baik-baik saja. Justru, banyak dari cobaan itu yang pada akhirnya menjadikan kita pribadi yang lebih sabar dan lebih bijak dalam menghadapi hidup.

Jadi, lain kali saat sedang dicoba, bersabarlah, berdoalah kepada Yang Maha Mengetahui agar menjadikan kita tegar, dan agar masalah ini segera diselesaikan, bukan oleh kita tetapi karena kekuatan dan kuasa-Nya.

Bukankah terkadang kita terkagum-kagum, betapa masalah yang dirasa berat untuk dihadapi tiba-tiba selesai dengan sendirinya, dengan penyelesaian dari arah yang tak disangka-sangka. Lalu, setelah itu mohonlah untuk ditunjukkan hikmahnya sehingga setelah semuanya berakhir, kita bisa menjadi orang yang lebih baik.

Kalau saja semua orang bisa melakukan semua itu, maka tak akan lagi orang yang sombong maupun frustasi, karena semua keberhasilan dan cobaan datangnya dari Yang Di Atas, maka serahkan saja semuanya pada-Nya. Bersyukurlah dan bersabarlah. Berserah dirilah.

2 thoughts on “Berserah Diri

  1. tawakal, setelah berusaha yang terbaik yang kita bisa, menyadari bahwa manusia berkewajiban untuk berusaha dan menyadari serta rela akan keputusan akhir yang berada di tanganNya.
    bahwa keberhasilan maupun kegagalan bukan akhir perjuangan karena sebuah akhir bisa menjadi awal yang lainnya :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s