Cerita · Diary

Pemilukada (2)

Eng-ing-eng

Akhirnya hari ini tiba juga. Dan, aku masih blank mau pilih yang mana. Terpikir untuk “Golput aja, ah”, tapi tersadar bahwa suaraku sangat berharga. Yah, setidaknya mungkin di tempat lain bisa dihargai 50 ribu rupiah, atau mungkin ditukar dengan bahan sembako. :p

Walau badan masih gak enak karena sakit plus perasaan agak gak enak karena bingung, akhirnya aku mendatangi TPS seperti yang tertera di surat pemanggilan. Naik motor, masih blank. Jalan ke bilik suara, masih blank juga. And guess what … apa yang membuatku memilih calon kepala daerah yang tertera di kartu suara?

Ada suara yang berbisik di kepalaku. Ia menyanyikan sebuah lagu:

Coblos kumisnya… coblos kumisnya… coblos kumisnya sekarang juga… sekarang jugaaaa… sekarang jugaaaa…

Ternyata, kampanye jargon itu berhasil juga, ya… setidaknya padaku.

PS: Do Not believe this story!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s