Diary

A Good Friend

Yesterday, I wrote this in my facebook:

Aku tahu, aku gak selalu bisa menjadi seorang teman yang baik. Gak bisa selalu ada untuk teman-temanku. Karena aku juga seorang manusia, yang memiliki masalah dan beban sendiri yang harus kuhadapi. Tapi, aku tak menuntut seorang pun untuk mengerti. Karena mereka bukan aku dan tak menghadapi masalahku, seperti aku juga bukan mereka dan tak menghadapi masalah mereka. Gomen.

Belakangan, karena kesibukan yang padat, aku tidak memiliki waktu lagi untuk melakukan banyak hal. Beban kerjaan yang menumpuk benar-benar membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi. Interupsi sekecil apapun terasa sangat mengganggu. Rasa tegang membuatku tak bisa mengalihkan fokus. Bahkan, SMS dari beberapa teman tak dapat kubalas.

Aku selalu ingin menjadi teman yang baik. Dan, lebih baik lagi. Teman yang selalu ada saat dibutuhkan. Tetapi, ternyata untuk melakukannya lebih sulit daripada menginginkannya. Karena, pada akhirnya aku menyadari, sebagai manusia aku pun punya banyak keterbatasan. Aku pun ternyata punya masalah dan beban sendiri yang harus kuhadapi (walau mungkin seringkali tidak terlihat begitu, ya).

Walau sulit membuat orang lain mengerti itu (dan aku tidak menuntut mereka untuk mengerti… meskipun aku berharap mereka mengerti), maaf… karena belum menjadi teman yang baik untuk kalian… :)

4 thoughts on “A Good Friend

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s