Menulis

Kapankah Waktu yang Tepat untuk Menulis?

Kapankah waktu yang tepat untuk menulis?

Menurut tips-tips menulis, tiap penulis punya jam biologisnya sendiri untuk menulis. Maksudnya, waktu-waktu tertentu saat dia merasa produktif untuk menulis.

Dari artikel pernah kubaca, beberapa penulis pernah membeberkan waktu yang tepat bagi mereka untuk menulis. Dee Lestari pernah mengungkapkan bahwa waktu yang tepat untuk menulis baginya adalah setelah tengah malam. Demikian juga dengan Asma Nadia. Ia sering begadang untuk menyelesaikan tulisannya. Dalam twitter-nya, Raditya Dika juga sering mengungkapkan bahwa idenya sering berhamburan justru setelah tengah malam. Baginya, suasana tengah malam yang sepi membuatnya dapat berkonsentrasi untuk membuat tulisan. Ada juga seorang penulis skenario yang mengungkapkan, bahwa dia menganggap menulis adalah pekerjaannya. Jadi, ia memberlakukan jam menulisnya sama dengan jam kerja orang kantoran, dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore.

Namun, jika pertanyaan yang sama ditujukan padaku, mungkin aku takkan pernah bisa memberikan jawaban yang pasti. Sampai sekarang, aku masih belum bisa menentukan kapankah waktu yang tepat bagiku untuk menulis. Terkadang, tengah malam aku bisa menulis seperti kesetanan. Tetapi, seringkali pada jam-jam yang sama aku merasa terlalu mengantuk untuk menulis. Terkadang, siang hari sangat menyenangkan untuk menulis. Tetapi yang sering terjadi, aku merasa siang adalah waktu yang tidak kusukai, karena terlalu sibuk dan cuaca yang panas membuat mood-ku jelek.

Sepertinya bisa dilihat pola menulisku di sini, ya. Dibanding menemukan kapan jam menulisku, lebih tepat jika dikatakan bahwa aku dapat menemukan sejuta alasan untuk tidak menulis. Ya, lebih mudah untuk “tidak menulis” dibandingkan duduk diam dan menuangkan ide-ide ke dalam tulisan.

Aku memang seringkali mangkir menulis. Bagiku, terkadang kegiatan yang satu ini dapat menjadi sangat mengerikan. Menatap layar komputer, terpampang tampilan kertas putih ala Microsoft Word, menuntut minta diisi. Uh, sungguh membuat frustasi!

Terkadang saat tidak ada ide, aku hanya menatap kosong ke layar, berharap tiba-tiba ada ide yang terlintas dan dapat kutangkap. Walau cara itu seringkali gagal. Sampai bosan aku menunggu, ide itu tak datang juga.

Terkadang, justru terlalu banyak ide. Membuatku bingung harus menulis yang mana dulu.  Semua ide terasa mendesak untuk dituangkan. Tapi tak jarang karena saking bingungnya, aku berakhir dengan menatap ke layar komputer saja tanpa menulis apapun. :p

Karena itu, aku sering mencari alasan untuk tidak menulis. Gak mood, capek, banyak kerjaan, gak punya waktu, hanyalah segelintir alasan yang aku kemukakan pada diriku. Dan, tentu saja, diriku yang merasa ‘butuh’ menulis selalu berusaha membantah alasan-alasan itu. Yang menang? Tergantung siapa yang lebih kuat saat itu (baca: lebih mood yang mana).

Bagaimana aku mengatasinya?

Well, tidak ada cara yang instan untuk memecahkan persoalan ini. Untukku sendiri, yang penting adalah menulis. Tidak penting dimana, memakai media apa, atau kapan pun waktunya.

Karena itu aku sering membawa netbook-ku kemanapun aku pergi. Kebetulan, kerjaanku menuntutku untuk banyak ‘jalan’. Saat makan siang, aku akan mencari tempat untuk sekedar membuka netbook dan sedikit menulis. Jika tidak bisa membawa komputer mini-ku itu, aku akan menulis di kertas. Jika tak ada kertas, aku gunakan media facebook atau twitter untuk sekedar menangkap ide yang lewat. Terkadang yang kudapat hanya ungkapan kecil, humor yang terlintas di kepala, sedikit pemikiran ‘gila’, atau mungkin sepatah kalimat yang kuingat. Tetapi menurut pengalamanku, semua ini tidak pernah sia-sia. Kata-kata yang sepele, yang dikerjakan dalam waktu yang seadanya, dapat menjadi ide untuk tulisan yang lebih besar lagi.

Dan, saat aku memiliki waktu yang lebih senggang, aku akan ‘memaksa’ diriku menuju pojok menulisku, duduk, meletakkan jemari di atas keyboard laptop, dan mulai menulis.

Jadi, kapankah waktu yang tepat untuk menulis?

Bagiku, kapan saja. Dimana saja. Ambil semua kesempatan yang kau punya. Manfaatkan waktu yang ada.

PS: Oh ya, jangan tunggu sampai mood tiba. Karena, ide dan tulisan yang hebat seringkali justru tercipta saat bad mood. Saat itulah emosi kita menjadi sedemikian besar hingga dapat masuk dengan mudah ke dalam tulisan.

(Ditulis oleh seorang yang sok tahu tentang tulisan, dan masih mencoba untuk menerapkan semua yang ditulisnya di atas) :p

11 thoughts on “Kapankah Waktu yang Tepat untuk Menulis?

  1. Iya, kapan saja dan di mana saja. Ketika ide itu datang, tangkap saja :) Dan jangan lupa,

    “Saat ide yang Anda miliki sudah berhasil Anda endapkan menjadi sebuah tulisan, posting-lah!“

    Hehe. Mir, barusan blognya uda tak tambah di blogrollku. Bakalan sering2 mampir sini nih… :)

  2. Saya banyak menulis di malam hari sebelum tidur menjelang pagi.

    Tetapi, saya juga seorang penulis tipe 9-5. Bisa dengan serius duduk di depan komputer dan menulis di jam-jam kerja.

    1. Iya, terkadang ide dan mood menulis bisa datang kapan saja, ya. (walaupun enggan mengakui, tapi mood berperan besar dalam menulis, ya).
      Tapi, nulis di jam kerja gak dimarahi Si Bos tuh? hehehe… hati2 aja, ya. Kalau ketahuan, bilang aja sedang menyusun kalimat yang efektif untuk presentasi. *ngajarin yg gak bener* :D

  3. Awal mula bikin blog, aku pengen blog’ku bisa provit secara finansial,.tapi setelah melihat temen2 semua, aku melihat sisi lain dari tulisan walaupun aku sendiri sekarang hanyalah penulis dadakan.. tapi aku disana banyak berbagi sama orang laen, aku banyak belajar sama temen2 semua.. dimana temen ini jarang yang aku temui di dunia nyata. aku suka idealisme temen2 semua. itu yang memotivasi aku sekarang. hanya sekedar tulisan saja, itu-lah yang aku suka dari temen2.. kapanpun waktu kita bisa menulis,semoga tulisan kita bermanfaat bagi diri kita dan orang lain, Amin..

    1. Motivasi mencari duit memang sangat menggoda, ya. Tapi, berdasarkan pengalaman (plus blogwalking sana-sini) yg motifnya ‘hanya’ mencari uang, biasanya blognya gak tahan lama. Aku pikir, kalau melakukan sesuatu dengan passion, tentu akan lebih puas dengan hasilnya. Dan, uang akan datang dengan sendirinya (aku harap… :D)
      Boleh ditanya deh, sama temenku Deddy yang komen di bawah. Dia blogger udah 9 tahun (Andaka.com, link-nya ada di “Blog Teman”).

  4. Setiap orang memiliki ‘mood’nya sendiri-sendiri untuk menulis. Saya sendiri bisa menulis puisi dengan lancar dikala hati sedang dilanda duka. Kadang-kadang ketika ide sedang menghampiri kita, saat itulah waktu yang tepat untuk menulis. Jadi, jangan ditunda lagi sebelum ide itu hilang dan tak pernah kembali lagi …..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s