Diary · Postingan GaJe

Guyonan Ala Orang Jawa?

Terlahir dari orangtua keturunan Jawa, tidak membuatku otomatis familiar dengan budaya Jawa. Pun, tidak fasih berbahasa Jawa. Maklum, aku lahir dan besar di Bali (tapi, tetap gak fasih berbahasa Bali juga… doh!). Penyebabnya adalah karena lingkungan tinggalku sebagian besar menggunakan Bahasa Indonesia. Termasuk orangtua-ku saat berbicara dengan anak-anak mereka. Walau begitu, terkadang terlontar juga dari mereka beberapa guyonan dalam bahasa Jawa yang cukup menarik.

Ternyata, orang Jawa senang sekali membuat kepanjangan dari kata. Aku gak tahu apa penyebabnya. Mungkin agar kata-kata itu mudah dihapal. Atau mungkin hanya sekadar gurauan belaka. Simak saja kepanjangan dari kata-kata berikut ini:

Sepur (Kereta Api) = Asep e ning duur (asapnya di atas)

Sepeda = Asep e ndak ada (asapnya gak ada)

Vespa = Kalo kemphes dipompa

kode “E” di fuel indicator yang sebenarnya singkatan dari “Empty”, diterjemahkan oleh mereka menjadi “Entek” (habis). Dan, “F” yang aslinya adalah singkatan dari “Full”, diterjemahkan menjadi “Fenuh” (penuh)

Ckckck…

Dan, aku punya istilah untuk kebiasaan mereka dalam ‘memperpanjang’ kata itu. Sa’kaprep e dhewe alias seenaknya sendiri!

Selain itu, mereka juga punya istilah yang selalu membuatku bingung.

“Ngono yo ngono ning ojo ngono”

Arti harfiah dari kalimat di atas adalah “Begitu ya begitu, tapi jangan begitu”. Kalimat ini sering diungkapkan oleh seseorang yang kesal dengan perbuatan orang lain. Yang membuatku tidak mengerti, Si Korban sebenarnya mau di’begitu’kan atau tidak, sih? Sungguh membingungkan… :D

Orangtuaku juga pernah mengajarkanku sebuah lagu pramuka yang dikenalkan kepada mereka sewaktu masih bersekolah di Jawa. Begini lagunya:

“Lung gwan swe, sampek kyu tan po su gwan

Kok kwat swe, sampek kyu tan po su gwan”

Eits, jangan tertipu dengan penampilannya. Lagu ini sama sekali tidak memakai bahasa Cina. Ini sebenarnya adalah bahasa Jawa. Ya benar, ini bahasa Jawa. Isi aslinya adalah seperti ini:

Lungguhan sue, sampe kiu tanpo suguhan (duduk lama, sampai pegal tanpa suguhan)

Kok kuat sue, sampe kiu tanpo suguhan (kok kuat lama-lama, sampai pegal tanpa suguhan)

Jadi, lagu ini berisi tentang seorang yang bertamu dan tidak juga dijamu oleh sang tuan rumah.

Ckckck… (lagi)

Eniwei, terlepas dari semua keunikan, ke-aneh-an, kelucuan guyonan-guyonan tersebut, aku jadi semakin menyadari kreativitas orang Jawa (dan aku yakin begitu pun kreativitas seluruh suku bangsa di Indonesia). Dan, aku bangga menjadi anak Indonesia! (karena aku gak bisa bahasa Jawa ataupun Bali, dan paling pintar berbahasa Indonesia, maka semangat ini adalah yang paling aman). *ngeles*

7 thoughts on “Guyonan Ala Orang Jawa?

  1. Tiang Australia lan Jepang mawon sami fasih boso Jawi…Mbak Mirna, menawi purun sinau…mesti enggal mengertos….hehhe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s