Diary · Postingan GaJe

Suara Hujan

Hujan akhirnya turun. Mengisi kembali sungai-sungai yang kering. Memberi senyum kepada tanah, tumbuhan, dan semua jiwa yang mendambakannya.

Musim hujan akhirnya tiba. Hatiku bersorak gembira. Hilang sudah hari-hari panas yang membuat gerah. Tergantikan oleh rasa sejuk yang menyenangkan.
Aku suka hujan. Suka dengan wangi tanah saat hujan menciumnya. Suka dengan dingin udaranya. Dan yang utama, suka saat bergelung di balik selimut untuk menangkal dinginnya. :D
Beberapa tahun yang lalu, dalam sebuah workshop Forum Lingkar Pena (FLP), aku pernah diajari menirukan suara hujan. Begini caranya:
1. Jentikkan jarimu secara bergantian kanan dan kiri. Ini untuk menirukan bunyi “tik…tik…” hujan.
2. Gosok kedua telapak tanganmu, untuk menirukan desis suara hujan.
3. Tepuk perlahan pahamu, makin lama makin kencang (suara hujan yang perlahan saat menumbuk tanah, kemudian secara bertahap menjadi hujan yang makin deras).
4. Berdirilah di tengah orang-orang yang melakukan ketiga hal tersebut di atas secara serempak dengan proses yang bergantian. Lalu, pejamkan mata dan dengarkan bunyinya dengan seksama. Layangkan imaji, dan terciptalah Ilusi Hujan!
Sangat menyenangkan!
Walau langkah yang keempat sulit dilaksanakan jika sendirian, tapi bagiku yang terpenting adalah imajinasi kita. Cara itu sangat ampuh dalam meredam rinduku pada hujan jika kemarau serasa tak ada habisnya.

“Dan aku kan hilang…Ku kan jadi hujan…Tapi takkan lama…Ku kan jadi awan”
(Frau – Mesin Penenun Hujan)

22 thoughts on “Suara Hujan

  1. Hujan akhirnya turun. Mengisi kembali sungai-sungai yang kering. Memberi senyum kepada tanah, tumbuhan, dan semua jiwa yang mendambakannya.
    (bagi sy bait ini menggambarkan bahwa Tuhan kan memberikan kebahagiaan, bg siapapun yg mncarinya sungguh2)
    “Dan aku kan hilang…Ku kan jadi hujan…Tapi takkan lama…Ku kan jadi awan” (apakah ini inkarnasi? sebab awan kan kembali jd hujan?)

  2. …Lalu peganglah sebatang kayu, bayangkan engkau sedang membawa payung, bayangkan pula di sebelahmu ada yg menemani di tengah gerimis, romantis, hehehe…
    Mampir, salam kenal..

  3. Hmmm … di tempat saya hujan terus tiap malam.
    Paginya berjoget dan berdendang di kamar sambil bertepuk tangan.
    :mrgreen:
    hidup ini indah sangadh!
    Saya, Abied, dari sebuah tempat paling indah di dunia. :mrgreen:
    Salam …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s