Cerita · Diary · Puisi · Renungan

Mencari Tuhan

Seseorang pergi mencari Tuhan. Bertanya-tanya, seperti apakah Tuhan?

Ia berjalan menyusuri dunia.

Ia melihat sungai mengalir dan bertanya padanya, tahukah ia akan keberadaan Tuhan?

Tapi, sungai itu tak menjawabnya.

Ia bertanya pada angin yang menggoyang rerumputan tentang Tuhan.

Tapi, angin hanya berdesir tak peduli.

Ia pandang langit biru dengan awan berarak. Bertanya pada langit, adakah Tuhan di sana?

Tapi, langit hanya diam dan awan berlalu.

Hujan pun turun.

Dalam rinai hujan ia bertanya, apakah hujan mengenal Tuhan?

Tapi, hujan hanya terus mengguyur bumi.

Ia berjalan dan terus berjalan, hingga tiba di tengah gurun pasir.

Dalam lautan pasir tak berujung ia bertanya pada pasir dan Matahari.

Tak ada jawaban meski dinanti. Hanya deru angin bercampur debu.

Akhirnya, ia mati kehausan. Haus akan jawaban dalam pencariannya akan Tuhan.

Tidakkah ia sadari?

Kalau saja ia dapat menyadari.

Sungai takkan mengalir jika bukan karena Kehendak-Nya.

Angin takkan bertiup jika bukan atas Perintah-Nya.

Rerumputan takkan bergoyang saat ditiup angin jika bukan karena Sunatullah.

Langit takkan menopang dunia jika bukan karena Kuasa-Nya.

Awan takkan berarak indah jika bukan karena Ia yang memeliharanya.

Hujan takkan mengguyur bumi dan menjadikan tetumbuhan bersemi, jika bukan karena Ketentuan-Nya.

Kuasa-Nya ada di mana-mana.

Di alam, di mana kita memandang,

Bahkan di dalam hati kita, Kehendak-Nya menggema.

Tidakkah kita melihat yang tersirat? Menyiratkan yang tersurat?

19 thoughts on “Mencari Tuhan

  1. Waktu kecil aku pernah membayangkan wujud Tuhan, sampai sekarang mungkin masih. tapi sayangnya ajaran’ku tidak membolehkan hal tersebut. sungguh aku malu akan orang yang mati kehausan itu.. semoga aku bukan seperti orang itu, Amin…

    Salam kenal., blog kamu bagus. ingin bgt blog’ku spt km nanti..

    1. Tak dapat melihat wujudNya bukan berarti Ia tak ada. Seperti udara yang kita hirup. Kita tak dapat melihatnya tapi kita dapat merasakannya. Seperti Tuhan, kita tak dapat melihatNya tapi ciptaanNya ada dimana-mana. Salah satu cara meyakiniNya adalah dgn mengamati ciptaanNya. Saya sendiri adalah orang yang tidak percaya bahwa alam semesta adalah sebuah kebetulan belaka, melainkan telah ada Yang Mengaturnya…

  2. Dulu, aku… “TIDAK ADA”
    Sekarang, aku benar-benar “ADA”

    Jika ada tokoh kartun, misalnya doraemon, dalam TV dia berkata: “aku ada karena adanya tinta yang tumpah secara kebetulan, dan membentukku, tanpa ada yang merancang dan menciptakan diriku“.

    Kata-katanya tentu saja tidak bisa kita percayai, karena sudah pasti kartun itu ada yang merancang, menggambar, mewarnai, membuat animasi, mengisi suara, dan sebagainya yang tidak mungkin terjadi secara kebetulan.

    Jika manusia, yang jauh lebih rumit dari kartun, berkata “aku ada karena adanya cairan yang tumpah, yang secara kebetulan membentukku, tanpa ada yang merancang dan menciptakan aku“. Kata-kata itu, jauh lebih tidak bisa dipercaya (dari pada tokoh kartun tadi) kan?

    Karena ada yang memberi kita kemampuan untuk berpikir, kita juga diberi kemauan, perasaan, penglihatan, pendengaran, dsb. Juga terjadinya ratusan ribu reaksi kimia di dalam otak seorang manusia, adanya sistem syaraf, gerak dan pernafasan, semua itu tidak mungkin terjadi secara kebetulan, karena kita adalah suatu ciptaan, ciptaan yang sempurna, yang tidak mungkin ada secara kebetulan.

    Sangat logis dan masuk akal: “kita telah diciptakan, kita mempunyai Pencipta”.

  3. Ada seorang ulama yang bertemu dgn seorang Atheis di sebuah dermaga. Datanglah sebuah kapal yang sangat besar.
    Sang Ulama berkata, “Hebat sekali kapal itu. Ia bisa berlayar dan kini berlabuh dgn selamat tanpa ada nahkodanya”.
    Sang Atheis tak setuju, lalu dengan sengit berkata,”Mana mungkin sebuah kapal sebesar itu dapat berlayar dan berlabuh dgn selamat tanpa ada yang mengendalikannya? Itu sangat tidak masuk akal!”
    Lalu, Sang Ulama dgn tenang menjawab, “Lalu, bagaimana anda bisa berpikir bahwa dunia seluas, sekompleks, serumit ini tak ada yang mengendalikannya?”

  4. Halo sobat, mohon dukungan untuk komunitas jejaring sosial pertemanan asli Indonesia.
    Dengan kerendahan hati kami mengundang sobat untuk bergabung, gratis dan hanya untuk mempererat tali persahabatan .
    bergabung lah bersama ribuan teman dari nusantara Indonesia.

    silahkan kunjungi http://www.alfatam.com/

    Terima Kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s