Cerita · Diary · Postingan GaJe

Kilas Balik 2009 (What a Year!!!)

Wuih, udah tahun 2010 aja, nih. Belum nulis resolusi, ya? Yah, sori… maklum, sibuk berat. Sales gak masuk. Jadi musti ngerangkep kerjaan, deh.

Malam tahun baru kemarin dahsyat. Ada film Spiderman 3, yang baru pertama kali diputar di layar kaca (walaupun aku udah nonton di bioskop, sih). Tapi, tetep aja seru. Kan, film baru.

Trus, pas tepat tengah malem pergantian tahun, kembang apinya meriah banget. Walaupun aku gak kemana-mana alias di rumah aja, tapi tetep bisa liat suguhan kembang api yang lumayan spektakuler. Kemana pun mata memandang, jauh-dekat, kembang api bersahut-sahutan. Sampai 15 menit selepas tengah malam, lho.

Selain itu, awal tahun juga disambut dengan “Blue Moon” alias gerhana bulan. Emang sih, dari rumahku gak sempurna banget gerhananya, tapi bulan purnamanya jadi sedikit penyok. Kontras banget sama sinarnya yang terang menerangi langit malam. Langitnya jadi beneran terlihat berwarna biru tua… hohoho…

Banyak banget yang terjadi di tahun kemarin. Selama setahun kemarin aku belajar bahasa Jepang, en bulan Desember tanggal 6, aku ikutan Nouryoku Shiken. Yah, semacam TOEFL untuk bahasa Jepang gitu deh (klo gitu, mungkin jadinya TOJFL kali, ya… :D ). Soal-soalnya susah, tapi senang dan bangga bisa ikut. Walau mungkin, pada akhirnya nanti aku gak bisa lulus, tapi aku bangga sama diriku yang berani ikut.

Akhir tahun kemarin, untuk pertama kalinya aku makan makanan Jepang. Kebetulan ditraktir sama Sensei dalam rangka perpisahan. Aku nyobain Sushi Roll sama Mie Dingin ala Jepang.
"Sushi Roll"

Mi Dingin Jepang
Mi Dingin Jepang

Mungkin karena baru pertama kali makan masakan Jepang, jadi lidahku belum terbiasa kali, ya. Bagiku rasanya aneh. Sushi Roll itu rasanya lengket seperti makan ketan (katanya nasi Jepang emang gitu sih rasanya). Trus, mie dingin itu rasanya bener2 dingin, kayak dicemplungin di air es sebelum disajikan.

Oh ya, tahun kemarin juga untuk pertama kalinya aku naik pesawat, lho (akhirnya…). Setelah menjadi penonton yang baik semasa kecil, hanya melihat pesawat naik turun di depan rumah (baca post ‘rumah mungil’), dan hanya memegang copy tiket pesawat setiap hari (waktu kerja di KCB Travel), akhirnya aku naik pesawat juga.

Kok bisa naik pesawat?
Semua itu karena aku dan ortuku akan menghadiri pameran packaging di Jakarta. Kami naik Lion Air tanggal 13 Oktober, first flight.

Ada kejadian lucu ni. Oke, I was so excited karena akhirnya aku bisa naik pesawat. Saat pesawat mulai berjalan, aku udah mulai deg-degan. Waktu pesawat mulai menaikkan kecepatan, aku baru inget. AKU TAKUT NGEBUT!!! Dan kecepatan pesawat untuk tinggal landas rata2 800 km/jam. Oh My GOD!!

Landasan pacu bandara Ngurah Rai ada di pinggangnya pulau Bali. Jadi, kemana pun pesawat lepas landas, pasti harus melampaui laut. Jadi, waktu pesawatku lepas landas dan rodanya mulai terangkat ke udara, perutku serasa turun ke bawah (tahu kan, perasaan itu?) dan berharap tidak jatuh ke laut. Nah, saat sudah lega (karena alhamdulillah, pesawat naik dengan baik), aku mulai ingat ketakutanku satu lagi. AKU FOBIA KETINGGIAN!!! Dan, aku duduk di pinggir jendela!!

Rasanya gamang dan seperti akan jatuh saja saat memandang lautan biru di bawah sana. Untunglah cuaca lumayan cerah saat berangkat, jadi aku bisa melihat pemandangan yang menakjubkan di bawah (sambil menahan rasa takut dan sibuk menenangkan diri, tentunya). Pilotnya baik, kami diajak memutari Gunung Bromo dan Semeru. Wah, rasanya seperti melihat lukisan, atau foto-foto di kalender.

Cuaca cerah dari Bali hingga Jawa Timur. Sayangnya cuaca agak buruk selepas dari wilayah itu. Pesawat sedikit berguncang saat melewati awan-awan mendung. Dan, itu membuat penyakit parno-ku kumat. Aku takut sekali jika terjadi sesuatu. Yah, kalau naik bus dan terjadi sesuatu, paling tidak kita masih bisa lari keluar. Lah ini, kalo lari keluar sih, namanya bunuh diri. :D
Apalagi pada waktu guncangan terjadi, lampu seat belt-nya nyala lagi (maksudnya para penumpang diperintahkan untuk berada di kursinya masing-masing dan memasang sabuk pengaman). Fiuh, alhamdulillah semua berlalu dengan lancar…

Yah, di luar ke-norak-anku itu, aku bersyukur semua berjalan lancar. Aku masih bisa pulang ke Bali utuh, tidak kurang suatu apa (Udah di-cek kok. Tangan dan kepalaku masih ada, gak ketinggalan di pesawat). Di Jakarta juga banyak diberi kemudahan. Tujuan kami kesana tercapai. Aku dapet banyak banget wawasan tentang pengemasan yang profesional. Mudah2an kelak perusahaanku juga bisa mengemas seperti itu. Amin.

Wah, banyak banget pengalaman pertama tahun kemarin, ya. Benar-benar tahun yang berkesan. Semoga tahun 2010 ini bisa sama hebatnya bahkan lebih hebat dari tahun kemarin.

Happy New Year 2010!! ;)

One thought on “Kilas Balik 2009 (What a Year!!!)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s