Cerita · Diary · Film · Renungan

Umeboshi

onigiri

Ada sebuah anime yang menjadi salah satu anime favoritku. Judulnya “Fruit Basket”. Salah satu scene kesukaanku dalam serial itu adalah saat salah satu tokoh utamanya, Honda Tooru, mengatakan hal yang sangat membekas dalam ingatanku.
Tooru mengibaratkan manusia sebagai nasi kepal Jepang atau yang sering disebut sebagai ‘onigiri’. Di setiap onigiri ada umeboshi, yaitu buah plum yang diletakkan di belakang onigiri. Tooru mengibaratkan umeboshi itu bagaikan kelebihan tiap-tiap diri manusia.
Karena umeboshi diletakkan di ‘punggung’ nya, onigiri yang satu bisa melihat umeboshi onigiri yang lain. Tetapi, sayangnya ia tidak bisa melihat umeboshi-nya sendiri. Oleh karena itu, ia merasa sangat sedih, sebab merasa dirinya tidak memiliki kelebihan seperti onigiri yang lain. Merasa dirinya berbeda dari yang lain. Padahal, kalau dia mau menengok ke punggungnya, dia akan merasa bahagia. Karena, ternyata ia pun memiliki umeboshi, sama seperti onigiri yang lain.
Sungguh benar perkataannya. Bukankah kita sering merasa diri ini lebih rendah dari orang lain? Sering merasa tidak berharga dan tidak pantas untuk dihargai?
Padahal bagaimana kita bisa merasa seperti itu jika kita sama indahnya seperti mereka. Jadi, percayalah, kita pun punya ‘umeboshi’ kita sendiri.

One thought on “Umeboshi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s