Cerita · Diary

Mati Lampu

Waktu hari Jum’at, pas mau berangkat kursus di Denpasar, aku melewati jalan menuju ke RS Sanglah. Kebetulan saat itu, tempat itu sedang kena pemadaman bergilir. Yah, beginilah kisah yang lagi klise belakangan. Karena krisis listrik (katanya), kita semua jadi kena pemadaman bergilir gantian. Anyway, yang menarik adalah, di salah satu pinggir jalan, ada seseorang yang menjual save energy lamp (gitu ya, orang nyebutnya?). Itu lho, lampu yang nyimpen energy listrik waktu listrik nyala, jadi pas mati lampu bisa nyalain lampu itu tanpa perlu aliran listrik langsung dari saklar lagi. Heran ya, kok orang itu bisa jualan tepat di tempat itu, yang memang pas sedang kena giliran pemadaman listrik. Lampunya pada nyala lagi. Memang hanya dua sih yang dinyalakan, tapi aku yakin deh kalau semua lampu yang ia jual sudah berisi listrik semua. Jadi, yang beli sudah langsung bisa memakainya. Otak bisnisku mulai jalan nih. Ini orang pasti tahu belakangan sering pemadaman bergilir, jadi memutuskan untuk jualan save energy lamp karena peluangnya besar. Trus, dia ngikutin perkembangan di koran, kira-kira daerah mana yang besok dapet giliran pemadaman. Siangnya, ia isi listrik tu semua lampu. Trus, malemnya ia pergi ke daerah yang kena giliran untuk jualan. Wih, pasti laku keras tu. Apalagi buat orang2 yang punya anak kecil. Salut!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s