Diary · Puisi · Renungan

Hutan mulai berubah warna. Dedaunan mulai gugur. Helai demi helai melayang jatuh ke tanah. Dan langit tetap sama, masih biru seperti kemarin.

Bayang-bayang mulai mendekat dan semakin tak berjarak. Dan aku masih di sini, tetap menunggu dalam sepi.

Dalam riak air, perahu bergoyang. Mengikuti buih sampai ke lautan. Aku termangu di geladak sendirian. Menunggu untuk diselamatkan.

Tak ada yang datang. Air berbuih siap melompat. Aku tersadar dari lamunan. Kuraih dayung, kukayuh perahu. Pergi menjauh dari akhir ajalku.

Pada akhirnya aku tetap sendirian. Hanya berteman angin, diiringi hujan. Dan daun-daun mulai berubah warna. Helainya melayang jatuh ke tanah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s