Saya baru tahu kalau seseorang yang pernah terluka bisa melukai orang lain dengan luka yang sama. Saya pikir dia yang paling mengerti betapa pedih rasanya diabaikan. Saya pikir dia yang paling tahu bagaimana rasanya diletakkan dalam urutan terakhir dalam kegembiraan, dan yang pertama diingat saat sedih melanda. Saya pikir dia paham sakitnya dimanfaatkan.
Dia pernah memaki orang-orang seperti itu. Dia bilang dia terluka. Teramat dalam.
Tapi, saya tak pernah menduga, kini dialah yang menoreh luka yang sama ke diri saya.
Mengabaikan. Melupakan. Memanfaatkan.
Dia lakukan itu semua. Sekaligus.
Dia hancurkan semua rasa percaya, yang saya berikan hati-hati padanya dulu karena dia pinta.
Dia bilang dia tidak sengaja. Tapi, tidak sengajakah namanya jika ia lakukan kesalahan yang sama berulang kali?
Atau… saya yang bodoh karena terus memberinya kesempatan?
Kesempatan yang seharusnya dipakainya untuk memperbaiki tapi justru terus meracuni.
Iya, saya yang bodoh.
Karena itu, mulai saat ini saya tidak mau dibodohi lagi.
PS: Ini tulisan terakhir saya tentang kamu. Mulai sekarang, saya akan menulis cerita saya sendiri dan mencari seseorang yang menerima dan menghargai saya apa adanya.
gambar dari sini
cheer up and don’t waste anymore seconds to think about people who never think about you! *HUGS*
*hugs*
Thanks, Mbak Ria :’(
iyaaa..q setuju kadang org yg pnh terluka krn suatu sebab malah dgn ringanna melukai org lain dgn cara yg sama..mb ketemuaaan yuuuk ^^ miss u sist
Hhee… kemarin kan udah ketemu
aku pernah terluka. tapi tak ingin menorehkan luka. karna aku tahu betapa sakitnya luka itu
lama ga apdet mbak?